Bertahan Dari Serangan Ikan Hiu di Laut – Serial Survival at Sea

 

kapitanmadina.wordpress.com Pada postingan saya kali ini, saya akan membahas mengenai mekanisme pertahanan diri saat terapung di laut setelah mengalami musibah di atas kapal, terutama saat menghadapi serangan ikan hiu yang ganas di laut.  Salah satu tekhnik pertahanan diri di laut ini saya dapatkan dari buku “The Handbook of Survival at Sea” karangan Chris Beeson.

Kekacauan yang terjadi pada saat abandon ship / meninggalkan kapal dapat menarik perhatian ikan hiu. Indera penciuman ikan hiu sangat tajam, dapat mencium bau setetes darah seperempat mil jauhnya. Oleh karena itu luka kecil saja yang terjadi pada tubuh manusia karena proses abandon ship sangat berbahaya karena dapat memancing perhatian  ikan hiu.

Ada empat jenis  ikan hiu yang paling bertanggung jawab atas kebanyakan serangan-serangan : Hiu Putih , Hiu Macan, Hiu Martil dan Hiu Biru. Hiu Ekor Panjang,Hiu  Abu-abu Totol, dan Hiu dasar laut telah dikenal pula sering menyerang jika perburuan di dalam kelompok / bersama-sama, tetapi mereka sangat jarang menyerang ketika sendirian. Baca lebih lanjut

Iklan

Menjadikan Google Earth Sebagai Ship Tracker / sebagai AIS Receiver ( cara berikut gambarnya)

Google Earth adalah sebuah software gratis dari google yang menampilkan citra bumi melalui photo satelite yang bisa di akses dengan internet. Dan  karena perkembangannya yang pesat banyak developer program memanfaatkannya sebagai partner agar penggunaannya lebih baik lagi.

Dalam postingan kali ini, saya akan berbagi mengenai cara menggunakan Google Earth sebagai AIS Receiver, yang saya dapat dari blog pelaut. Ini berguna bagi para navigator di kapal untuk mengidentifikasi kapal lain secara online via komputer/laptop di kapal.

Langsung saja ke topik, bagaimana cara menggunakan google earth sebagai AIS Reciever.
Tentu yang paling pertama pada PC anda harus terinstall GOOGLE EARTH, bila yang belum, dapat mendownload dibawah ini. Baca lebih lanjut

Kutipan Seminar Implementasi Hasil STCW Amandemen 2010 Manila

Berikut ini kutipan hasil seminar tentang implementasi amandemen STCW 2010 di Manila, dan kesiapan indonesia dalam melaksanakan amandemen tersebut secara penuh.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Olah Gerak Suatu Kapal

Kemampuan Olah Gerak kapal akan dipengaruhi oleh faktor dari DALAM dan faktor dari LUAR. Terlebih dulu di bab ini akan di uraikan tentang Faktor Luar, yang berkaitan dengan keadaan laut dan perairan dimana kapal berada, kemudian faktor dari faktor tetap dan tidak tetap.

Untuk mengetahui kemampuan olah gerak (Maneovering Ability) maka harus dipahami terlebih dahulu tentang faktor apa saja yang mempengaruhinya. Pada Maneovering Trials Suatu kapal, dibuat data – data tentang karakter olah geraknya pada macam – macam situasi pemuatannya. Misalnya pada saat kapal kosong, penuh atau sebagian terisi muatan antara lain data tentang Turning Circle, Zigzag Manoevoring, Crash Stop dll.

  • Manoeuvering Characteristic kapal, adakalanya dipasang di anjungan berbentuk gambar, sehingga memudahkan sewaktu – waktu diperlukan, misalnya oleh pandu sebelum olah geraknya maupun para perwiranya.
  • Pengaruh keadaan laut dan perairan ikut menunjang keberhasilan olah gerak, walaupun kadang – kadang diperlukan bantuan kapal pandu jika kapal sulit untuk melakukan sendiri.
  • Faktor manusia, olah gerak sangat menarik untuk di pelajari, oleh karena itu pengaruh manusia sangan menunjang. Baca lebih lanjut

Mengenal Sextant Sebagai Alat Navigasi di Kapal

Pengertian

Alat navigasi di laut yang digunakan untuk mengukur ketinggian benda-benda langit di atas cakrawala agar dapat menentukan posisi kapal. Sextant pada umumnya berbentuk segitiga dimana salah satu kakinya berupa busur.

Dibawah ini merupakan gambar sextant serta bagian – bagiannya

Baca lebih lanjut

Tugas Jaga Dek Dalam Kondisi dan Daerah-Daerah Tertentu

A. Cuaca baik / terang

1. Perwira tugas jaga harus sering melakukan baringan‐baringan terhadap kapal‐kapal yang mendekat secara tepat., untuk dijadikan petunjuk pendeteksian adanya resiko tubrukan secara dini. Dan harus selalu diingat bahwa resiko tubrukan masih tetap ada meskipun ada perubahan baringan yang cukup besar, khususnya jika sedang mendekati sebuah kapal yang sangat besar atau sebuah kapal tunda, atau jika sangat dekat dengan sebuah kapal lain. Perwira tugas jaga harus mengambil tindakan dini yang positif sesuai dengan P2TL – 1972 dan kemudian memastikan bahwa tindakannya telah memberikan hasil yang diinginkan.

2. Dalam cuaca baik dan setiap saat dapat dilakukan, perwira tugas jaga navigasi harus melaksanakan pengoperasian radar.

B. Jarak Tampak Terbatas

Jika jarak tampak berkurang atau diperkirakan akan berkurang, tanggung jawab pertama tugas jaga navigasi adalah menganut pada peraturan peraturan sesuai dengan P2TL, dengan perhatian khusus pada isyarat kabut, melaju dengan kecepatan yang aman dan menyiapkan mesin untuk melakukan olah gerak setiap saat. Selain itu, perwira tugas jaga navigasi juga harus; Baca lebih lanjut

Jenis-Jenis Awan (Ilmu Cuaca)

Pembentukan Awan

Udara selalu mengandung uap air. Apabila uap air ini meluap menjadi titik-titik air, maka terbentuklah awan. Peluapan ini bisa terjadi dengan dua cara:

1. Apabila udara panas, lebih banyak uap terkandung di dalam udara karena air lebih cepat menyejat. Udara panas yang sarat dengan air ini akan naik tinggi, hingga tiba di satu lapisan dengan suhu yang lebih rendah, uap itu akan mencair dan terbentuklah awan, molekul-molekul titik air yang tak terhingga banyaknya.
2. Suhu udara tidak berubah, tetapi keadaan atmosfir lembap. Udara makin lama akan menjadi semakin tepu dengan uap air.

Apabila awan telah terbentuk, titik-titik air dalam awan akan menjadi semakin besar dan awan itu akan menjadi semakin berat, dan perlahan-lahan daya tarik bumi menariknya ke bawah. Hingga sampai satu titik dimana titik-titik air itu akan terus jatuh ke bawah dan turunlah hujan

Jika titik-titik air tersebut bertemu udara panas, titik-titik itu akan menguap dan awan menghilang. Inilah yang menyebabkan itu awan selalu berubah-ubah bentuknya. Air yang terkandung di dalam awan silih berganti menguap dan mencair. Inilah juga yang menyebabkan kadang-kadang ada awan yang tidak membawa hujan Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: