Bertahan Dari Serangan Ikan Hiu di Laut – Serial Survival at Sea

 

kapitanmadina.wordpress.com Pada postingan saya kali ini, saya akan membahas mengenai mekanisme pertahanan diri saat terapung di laut setelah mengalami musibah di atas kapal, terutama saat menghadapi serangan ikan hiu yang ganas di laut.  Salah satu tekhnik pertahanan diri di laut ini saya dapatkan dari buku “The Handbook of Survival at Sea” karangan Chris Beeson.

Kekacauan yang terjadi pada saat abandon ship / meninggalkan kapal dapat menarik perhatian ikan hiu. Indera penciuman ikan hiu sangat tajam, dapat mencium bau setetes darah seperempat mil jauhnya. Oleh karena itu luka kecil saja yang terjadi pada tubuh manusia karena proses abandon ship sangat berbahaya karena dapat memancing perhatian  ikan hiu.

Ada empat jenis  ikan hiu yang paling bertanggung jawab atas kebanyakan serangan-serangan : Hiu Putih , Hiu Macan, Hiu Martil dan Hiu Biru. Hiu Ekor Panjang,Hiu  Abu-abu Totol, dan Hiu dasar laut telah dikenal pula sering menyerang jika perburuan di dalam kelompok / bersama-sama, tetapi mereka sangat jarang menyerang ketika sendirian.

gambar: Jenis ikan hiu

Pendarahan yang terjadi akan menarik perhatian ikan hiu, demikian pula air seni dan tinja, maka perban luka dengan cepat jika memungkinkan atau tahan selama mungkin jika memungkinkan. Obyek yang berkilauan juga akan  menarik perhatian ikan hiu, maka lepaskan semua perhiasan dan masukkan ke dalam saku. Gerombolan ikan  juga menarik perhatian ikan hiu, hindarilah. Jika berenang, gunakan kekuatan, pukulan biasa -jangan bergerak dengan panik -dan jaga ikan hiu selalu dalam pandangan, waspadalah. Jika seekor ikan hiu atau sekelompok ikan hiu sedang membuat lingkaran-lingkaran lebar/luas tanpa putaran yang tajam/jelas, mereka perlu dicurigai. Jika putarannya menjadi lebih ketat, ikan hiu atau kelompok ikan hiu itu sedang menyiapkan serangan.

Dalam hal ini, ada beberapa macam tindakan  bagi anda. Tidak ada jaminan yang dapat menghalangi ikan hiu, tetapi semua yang telah  diketahui dapat dilakukan. Sebagian darinya dapat dilibatkan untuk mengancam ikan hiu, yang kelihatan dengan gilanya berani sampai anda ingat bahwa  ikan hiu tidak menjadi pembunuh di samudra yang paling berhasil dengan mempertaruhkan hidupnya sendiri. Ikan hiu tidak memiliki musuh alami di laut, tetapi orang yang selamat akan terasing di habitat ini, dan oleh karena itu ia menjadi satu sosok yang tak dikenal. Karena alas an tersendiri itulah, ikan hiu akan berhati-hati. Anda juga mempunyai kecerdasan yang dapat diandalkan, dengan syarat jangan tunjukkan tanda-tanda yang jelas nyata dari ketakutan, luka atau kesusahan, anda memiliki kesempatan baik untuk menahan serangan ikan hiu.

 

Berikut beberapa tekhnik yang dapat digunakan untuk menangkal serangan ikan hiu

 

gambar: ilustrasi menahan serangan ikan hiu

A. Selalu amati ikan hiu selama  mengapung -jangan pernah membiarkannya ke luar dari penglihatanmu.

 B. Jika  lingkaran-lingkaran yang dibuat oleh ikan hiu itu lebih ketat / rapat, berenang dengan pukulan yang kuat. Jika makin mendekat, putar dan mulailah berenang ke arahnya, ikuti gerakannya dari arah belakang. Secara naluri ikan hiu itu akan seperti merasakan suatu ancaman dan akan menjauh / pergi.

C. Jika ini tidak berhasil, berhenti berenang dan mulailah menampar / memukul air dengan keras dan teratur dengan telapak tanganmu, berteriak / bersorak di dalam air juga menambah serangan di dalam perasaan ikan hiu itu. Jika ikan hiu melanjutkan untuk mendekati, bersiap-siap menghadapi pertempuran.

D. Anda juga bisa menggunakan peralatan pribadi yang tepat, termasuk seperti sepatu-sepatu biasa atau sepatu boot. Usahakan kakimu di depan dan siap untuk menendang moncong ikan hiu yang sensitif itu. Jika anda mempunyai sarung tangan, anda dapat menghantam moncongnya. Menggunakan peralatan serba guna anda di kapal, anda dapat juga menyerang moncong ikan hiu itu, mata dan insangnya. Jika anda berhasil melukai ikan hiu itu, maka ikan hiu itu akan melarikan diri, daripada mengambil resiko dari serangannya, tetapi perilakunya kadang tak dapat ditebak. Gunakan pukulan kuat untuk menghindari pendarahan dan bersiaplah untuk menghadapi serangan lebih lanjut.

 gambar: menahan serangan hiu

Demikian salah satu tekhnik pertahanan diri di laut yang saya posting kali ini. Pada tulisan mendatang akan saya posting mengenai tekhnik-tekhnik pertahanan diri di laut yang lainnya.

Semoga berguna bagi agan semua terutama bagi rekan-rekan pelaut.

www.kapitanmadina.wordpress.com

Sumber: Buku “The Handbook of Survival at Sea” – Chris Beeson

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: