Nomor Cantik Sasaran Utama Pelaku Sedot Pulsa

Pelaku biasanya memilih waktu yang tepat untuk melancarkan aksinya, ketika korban lengah.

SMS

VIVAnews – Sindikat penipu melalui SMS dan telepon diketahui sudah menentukan waktu yang tepat untuk melancarkan aksinya. Biasanya, pada saat semua orang sudah tidak banyak melakukan aktivitas, yakni dini hari.

Kepala Subdit Cyber Crime, Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Hermawan mengatakan, meski beraksi saat kebanyakan orang sedang lengah, tetapi tidak semua korban membalas SMS yang dikirimkan pelaku.

“Mereka mengaku untung-untungan, nomor yang dipilih juga acak, tetapi kebanyakan nomor cantik yang dipilih. Sebab, pemahaman pelaku, nomor cantik pasti dimiliki oleh korban menengah ke atas,” ujar Hermawan, Selasa 4 Oktober 2011.

Hermawan yakin jumlah korban penipuan SMS sedot pulsa cukup banyak, tetapi hingga saat ini belum ada korban yang melapor.

Di menduga pelaku sangat profesional, karena semua aksinya sudah direncanakan dengan matang.

Sementara untuk kasus penipuan lain lewat SMS, pelakuada yang berpura-pura menjadi seorang polisi ketika korban ditelepon. Hal tersebut dilakukan para pelaku untuk meyakinkan korban bahwa sanak keluarganya sedang berperkara atau menghadapi suatu permasalahan yang berhubungan dengan kepolisian.

“Kalau melihat penipuan ini dikendalikan di dalam penjara, kami menduga pasti ada pihak luar yang berperan dalam kejahatan tersebut,” kata dia.

Seperti diketahui, Kepolisian Daerah Metro Jaya membekuk sindikat penipuan yang menggunakan SMS maupun telepon dalam menjalankan aksinya. Diketahui, para pelaku tersebut melakukan penipuan lewat belakang jeruji besi.

Enam orang pelaku merupakan kumpulan narapidana yang masih ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Tanjung Gusta, Medan, Sumatera Utara. Berdasarkan keterangan pelaku, aksi penipuan tersebut sudah dilakukan lima tahun.

Kenam pelaku yakni AA aliasn Andin, IFR alias Ipan alias Bureng, PT alias Fredi, MS alias Tompul, Z alias Zul, dan R alias Anto. “Otaknya adalah AA, dia napi 17 tahun penjara, kebetulan tiga bulan lagi mau bebas. Yang menarik dalam kasus ini adalah mengendalikan dalam penjara,” kata Hermawan. (umi)

 

• VIVAnews

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: