Pasang Bendera Terbalik, 11 Pelaut RI Ditangkap Malaysia

KUALA LUMPUR (Suara Karya): Aparat Kepolisian Maritim Malaysia mengamankan dan menahan satu kapal dagang, MT Yong An, milik Pemerintah Korea Utara yang sebagian besar awaknya merupakan warga negara Indonesia (WNI) dengan tuduhan melanggar wilayah negeri jiran dan memasang bendera Malaysia dengan terbalik.

Pimpinan Kepolisian Maritim Malaysia Komandan (Commander) Zulkifli Abu Bakar mengatakan, pihaknya melihat kapal MT Yong An tersebut sedang membuang sauh diperairan 4,4 mil laut tenggara Tanjung Pai yang masih masuk dalam wilayah kedaulatan Malaysia.

“Kapal Yong An sedang berupaya untuk berhenti di Tanjung Pai, lalu kami mengamati dan ternyata mereka memasang bendera Malaysia secara terbalik. Kapal itu juga tidak melapor saat melintasi wilayah laut Malaysia,” kata Zulkifli, kemarin.

Menurut dia, sudah kewajiban internasional setiap kapal yang memasuki suatu wilayah negara tertentu untuk memberikan laporan. “Hal tersebut diabaikan,” katanya.

Dia menambahkan, di dalam kapal itu terdapat seorang WNI sebagai kapten kapal, 10 orang juga berkebangsaan Indonesia serta satu orang warga China dan Sri Lanka.

Tuntutan lebih serius adalah cara awak kapal memasang Jalur Gemilang, bendara Malaysia. Bendara itu dipasang secara terbalik. “Cara mereka mengibarkan bendera nasional membuat pihak berwenang kami menyelidiki kapal itu,” kata Zulkifli.

Saat ini aparat keamanan sedang melakukan penelitian lebih lanjut terhadap beberapa awak kapal karena keberadaan mereka tidak sah diperairan Malaysia.Mereka, lanjut Zulkifli, juga diselidiki karena secara sengaja merusak perdamaian dengan mengibarkan Jalur Gemilang secara terbalik,” katanya seperti dikutip harian The New Straits Times.

Kapten kapal, ucap Zulkifli, bisa terancam pasal provokasi karena secara sengaja memasang bendera Malaysia secara terbalik. Bila terbukti, kapten itu menghadapi hukuman penjara maksimal dua tahun.

“Kapten kapal adalah orang yang paling bertanggung jawab, tidak mungkin dia tidak mengetahui bendera suatu negara mengingat hal ini merupakan dasar dari aturan laut internasional. Bila terbukti, maka hukuman bisa dijatuhkan maksimal dua tahun penjara,” kata Zulkifli.

Akhir tahun lalu, aparat Angkatan Laut RI pernah mengamankan dan menahan empat kapal berbendera Malaysia dengan 29 awak kapal diperairan Karang Unarang.

Penangkapan itu dilakukan oleh KRI Sultan Hasanuddin bernomor lambung 366. Mereka langsung diserahkan ke Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Kabupaten Nunukan.

Kapal yang ditangkap dilengkapi trawl, berbendera Malaysia. Empat kapal yang ditangkap itu masing-masing Kapal Markidi dengan nomor lambung 3277/6/F. Jumlah ABK 13 orang ditambah seorang juragan kapal.Kapal Kuba 1 nomor lambung 2644/f. Jumlah ABK 12 orang dengan seorang juragan kapal. Kapal ketiga dan keempat tanpa nama. Kapal ketiga dengan nomor lambung tw 3581/f. Jumlah ABK yang ditahan dua orang dan seorang juragan kapal. Kapal keempat dengan nomor lambung tw 99/f dengan dua awak dan seorang juragan.

Sedangkan minggu lalu, Kepolisian Diraja Malaysia juga menangkap dan menahan seorang WNI atas tuduhan terorisme dan anggota Jemaah Islamiah (JI).

Inspektur Jenderal Kepolisian Diraja Malaysia Tan Sri Ismail Omar mengumumkan telah menahan Abdul Haris Syhuhadi, seorang WNI yang diketahui berprofesi sebagai pengusaha.

Abdul Haris ditangkap di bawah Undang-Undang Keamanan Dalam Negeri Malaysia (ISA) di Kampung Batu Belah.”Kami menginformasikan bahwa Abdul Haris Syhuhadi telah ditangkap, dia berprofesi sebagai pengusaha. Di ditangkap berdasarkan Undang-Undang Keamanan Malaysia (ISA),” kata Ismail Omar.

Pria berusia 63 tahun ini ditahan setelah polisi mengawasi aktivitas dari Indonesia. Dirinya dianggap menyebarkan ideologi JI dan melakukan perekrutan anggota baru untuk bergabung dengan kelompok yang diduga organisasi teroris tersebut. “Hari ini, saya putuskan untuk menahannya karena aktivitasnya dapat membahayakan keamanan nasional,” ujar Ismail Omar.

Tindakan perekrutan yang dilakukan oleh Abdul Haris dilakukan di Kota Klang dan Banting sejak 2002 lalu. (AP/Kentos)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: