Masya Allah! Majikan di Saudi Menggunting Bibir TKI

Kasus penyiksaan TKI kembali menambah kesedihan kita di pengunjung geman takbir Idul Adha di seluruh dunia. Miris rasanya, ketika kita disunahkan berkurban untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dan seiring ribuan umat bertawaf berdzikir kepada-Nya, muncul kabar memilukan sekaligus menggeramkan.

Sumiati, itulah nama TKI yang digunting mulutnya oleh majikan di Arab Saudi. Sumiati disiksa dan diperlakukan tidak semestinya. Kini Sumiati dirawat di RS King Fahad.

Jika kita lihat fotonya, maka tampak luka di kening, kedua alis, hidung, pipi, dan dagu wanita malang tersebut. Kondisinya pun sangat lemah. Saudi Gazette edisi Senin (15/11/2010) menulis, TKW berusia 23 tahun itu datang ke Arab Saudi pada 18 Juli 2010 dengan bayaran 800 riyal per bulan. Nasib baik tak berpihak padanya. Dia mendapatkan majikan di Madinah yang ringan tangan. Anggota keluarga majikannya berulang kali memukuli dan menyeterikanya.

Penyiksaan pada Sumiati terkuak pada Senin 7 November. Kala itu, Sumiati dibawa ke rumah sakit swasta di Madinah. Karena luka yang dideritnya sangat luar biasa, RS itu merujuknya ke RS King Fahd.

Kita bisa merasakan kepedihan TKW yang digunting mulutnya ini. Lemahnya perlindungan bagi para TKI dan TKW membuat mereka seringkali menjadi korban penyiksaan, perbudakan, dan pelecehan seksual. Padahal, baru saja Menlu RI Marty Natalegawa dan Menlu Arab Saudi sepakat untuk memerangi human trafficking.

“Sebanyak 60.000 TKI target kami tahun ini, untuk beberapa negara di Asia. Mayoritas Hong Kong dan Taiwan,” ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja Pemprov Jatim, Harry Soegiri, kepada General Manager Dompet Dhuafa Hong Kong, Ust. Abdul Ghofur, saat keduanya bertemu di kantor DD.

Terkejut, tidak terbayang, dari 60.000 orang TKI, berapa banyak yang akan menjadi masalah, dianiaya, dan dipermainkan, oleh oknum agen yang kerjasama dengan majikan. Berapa banyak orang yang lupa akan kewajibannya sebagai seorang hamba untuk beribadah dikarenakan tidak diperbolehkan oleh majikan?

Dompet Dhuafa telah menyampaikan kegelisahannya jika target tersebut tercapai dan para TKI tidak dibekali dengan ketrampilan yang cukup. Bukan tidak mungkin, kasus Sumiati bisa terulang di negara lain, termasuk Hong Kong. Na’udzubillah! (DDHK/ddhongkong.org).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: