Akibat Pikun

Paul dan istrinya adalah sepasang suami-istri yang sudah berusia lanjut. Suatu hari mereka makan malam di rumah teman mereka. Setelah selesai makan, para istri meninggalkan meja dan menuju ke dapur.

Para suami mengobrol dan Paul berkata, “Tadi malam kami makan di sebuah restoran baru, dan masakannya sungguh luar biasa enaknya. Saya sangat menganjurkan kamu dan istrimu mencoba makanan di restoran itu!”

Temannya bertanya, “Apa nama restoran itu?”

Paul berpikir sejenak sambil mengerutkan dahinya, sampai akhirnya berkata, “Apa, ya? Ahhhh …, apa nama bunga berwarna merah yang sering kau berikan kepada istrimu?”

“Anyelir,” jawab temannya.

“Bukan, bukan, bukan itu yang aku maksud, tapi yang satunya lagi!” bantah Paul.

Temannya mencoba lagi menjawab, “Kembang Sepatu?”

“Bukannnnn!!!” kata Paul sambil terus mengingat-ngingat. “Bunga itu … berwarna merah dan ada durinya!”

Temannya menjawab, “Ohhh … yang kau maksud Mawar?”

“Ya … Ya … itu dia! Terima kasih banyak!!” kata Paul, sambil tiba-tiba menoleh ke arah dapur dan berteriak, “Mawar! Tadi malam kita makan di restoran apa?”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: